FGD : Kebijakan Penegakan Hukum Kolaboratif Upaya Mendukung Iklim Investasi

Kajati Riau Dr.Supardi menggelar Focuss Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari Proyek Perubahan Pim I Lemhanas dengan tajuk "Kebijakan Penegakan Hukum Kolaboratif Upaya Mendukung Iklim Investasi & Peningkatan Perekonomian Masyarakat di sektor Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia kepada para stakeholder dan mitra strategis Kejati Riau yang digelar hybrid dari sasana HM.Prasetyo.(17/10/2023)

Dalam paparanya dihadapan Dirrektur Penyidikan pada Jampidsus, Dir.Tanaman Kelapa Sawit & Aneka Palma lainnya Dirjen Perkebunan Kementan, Gubri, Ketum DPP Apkasindo dan para tamu undangan, Kajati Riau menjelaskan bahwa Proyek Perubahan ini dilatarbelakangi oleh sebuah pemikiran untuk berupaya mendorong investasi dan menggerakkan roda perekonomian melalui sektor perkebunan sawit sebagai penopang utama perekonomian daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pendekatan perbaikan tata kelola hulu hingga hilir guna menjaga stabilitas harga pasar dan bernilai keadilan baik bagi petani maupun para pengusaha.

Manfaat dari Proyek Perubahan ini khususnya bagi para Penegak Hukum adalah Pelaksanaan tugas dan kewenangan dalam pencegahan & pemberantasan tindak pidana di sektor perkebunan, perekonomian & industri lebih efektif dan efisien dan kemudahan dalam pengawasannya.
Dari segi Pemerintah Daerah, manfaatnya berupa peranan yang efektif dalam pembangunan perekonomian, industri dan perkebunan secara berkelanjutan, optmalisasi penerimaan daerah, mencegah korupsi dengan pengawasan efektif serta peningkatan kinerja OPD.
Serta bagi para pelaku usaha akan memberikan manfaat bagi kondusifnya iklim investasi, mencegah pelaku usaha sebagai objek ekploitasi/KKN, ekonomi inklusif, perlindungan hak petani serta meningkatkan taraf hidup petani.

Kemudian FGD dimulai dengan pemaparan para stake holder mulai dari Dinas Perkebunan selaku regulator, pengusaha hingga petani sawit. Melalui forum ini, Kajati menyerap beberapa isu strategis dan konstruktif dari kebijakan kolaboratif dimana dalam tahap implementatif, proyek ini dirasakan dapat menyentuh akar masalah khususnya dalam penatakelolaan dan berdampak positif bagi para petani dan pelaku usaha.

Foto Lainnya

Berita Lainnya