JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama kementerian dan lembaga terkait memperkuat koordinasi nasional guna menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kementerian Kehutanan. Langkah taktis ini dikonsolidasikan melalui Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pengendalian Karhutla 2026 bertema “Bersinergi untuk Negeri Menghadapi El Nino 2026 dan 2027” yang berlangsung di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, pada Kamis, 18 Juni 2026.
Rakorsus yang digelar baik secara tatap muka maupun virtual ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, serta dihadiri oleh jajaran kepala daerah, unsur TNI-Polri, Kejaksaan, hingga perwakilan instansi penanggulangan bencana dari wilayah prioritas rawan karhutla.
Dalam arahannya, Menko Polkam Djamari Chaniago menekankan pentingnya kesiapsiagaan penuh mengingat Indonesia diproyeksikan menghadapi siklus empat tahunan karhutla yang diperparah oleh indikasi fenomena El Nino lemah hingga moderat. Fenomena ini memicu penurunan drastis curah hujan dan kekeringan ekstrem yang dapat memicu lonjakan titik panas (hotspot).
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diprediksi datang lebih kering dan lebih lama, dengan puncak kritis yang diperkirakan terjadi pada bulan Agustus hingga September. Merespons proyeksi tersebut, pemerintah langsung mengaktivasi Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla 2026 guna mempercepat konsolidasi sumber daya di tingkat lapangan.
